Preman Berjubah

Posted on June 4, 2008. Filed under: Coretan |

Semakin mendekati 2009, isu-isu yang menyangkut agama kembali marak. Ada yang bilang ini memang sebuah strategi politik agar kekuatan Islam kembali terpecah di Pemilu 2009 mendatang. Yang jelas, inilah fenomena yang memang selalu terjadi ketika mendekati Pemilu. Setelah kasus Al-Qiyadah yang kemudian menghilang begitu saja, Ahmadiyah yang sempat “diungkit-ungkit” lagi, kini giliran FPI yang membuat sensasi seakan hendak menutup-nutupi kegundahan rakyat akibat melonjaknya harga BBM.

FPI (Front Pembela Islam) yang biasanya sweeping miras, prostitusi dan judi, kini ikut-ikutan mengambil “peran”. Bak pejuang jihad mereka menghajar lawan-lawannya. Namun sayangnya, lawan kali ini bukanlah para pemabuk, penjudi ataupun lelaki hidung belang, melainkan massa AKK-BB (Aliansi Kebangsaan, Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) yang sedang berunjuk rasa hari Pancasila di Monas 1 Juni yang lalu, jadi kata “jihad” pun sepertinya tidak pantas mereka sandang.

Sekedar menengok ke belakang, ke era pergolakan Reformasi 1998. Saat di mana sebuah organisasi Pamswakarsa, dibentuk untuk memulihkan kondisi Negara pada waktu itu. Kemudian lahirlah nama FPI pada tanggal 17 Agustus 1998. Menurut Gus Dur, FPI ini sengaja didirikan oleh beberapa tokoh Militer (Wiranto/ Pangab, Djaja Suparman/ Pangdam Jaya, Nugroho Jayusman/ Kapolda MetroJaya, dan Sutanto/ sekarang Kapolri) sebagai bumper politik presiden Hibibie. Sehingga banyak kalangan yang mengatakan bahwa pembentukan FPI ini lebih bermuatan politis ketimbang agama.

Pada perkembangannya, FPI memang bertindak atas nama agama dengan slogan “Amar Ma’ruf Nahi Munkar”, aksi-aksi yang dilakukannya pun banyak menuai simpati dari masyarakat Islam di Negara kita. Diantaranya ketika melakukan razia tiap bulan Ramadhan. Namun yang menjadi kontroversi dari organisasi yang diketuai oleh Habib Rizieq (orang arab) ini adalah aksi-aksinya yang selalu anarkis, sangat bertentangan dengan Islam yang notabene agama damai. Dalam Islam, kekerasan adalah urusan mempertahankan diri, bukan untuk menyerang, Dakwah yang disampaikan FPI pun cenderung mengandalkan otot ketimbang otak. Dan dalam masyarakat kita, yang mengandalkan otot biasa disebut dengan istilah “Preman”.

Jika Ahmadiyah ditentang karena ajarannya yang sesat, maka FPI pun ditentang lantaran tindakannya yang sesat. Kejadian Monas 1 Juni begitu menggambarkan betapa tindakan kekerasan semacam itu bukanlah ciri Islam. Di era modern sekarang ini rasanya tidak pantas lagi ada semboyan “Qur’an di tangan kanan dan pedang di ditangan kiri”, yang paling tepat adalah “Qur’an di tangan kanan dan IPTEK di tangan kiri”.

Membubarkan FPI juga bukanlah solusi yang paling tepat. Bukan organisasinya yang perlu ditindak, melainkan paradigma berpikir sebagian besar masyarakat kita yang cenderung menyukai jalan kekerasan dibandingkan musyawarah itulah yang harus diluruskan. Tentu saja ini untuk mencegah munculnya kelompok-kelompok radikal  lainnya di Negara ini.

Pada akhirnya, kebenaran hanyalah milik Allah. Islam boleh terpecah atas banyak golongan, namun tidak ada yang berhak mengklaim diri sebagai Islam yang paling murni. Alangkah arifnya jika kita mau menyikapinya dari sisi persamaan sebagai umat Islam sejati yang sama-sama berpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadist, dan bukannya dari sisi perbedaan antar golongan yang hanya membuat umat Islam ini semakin terpecah belah. Sampe kapanpun, Islam tetaplah agama damai yang anti kekerasan. Buat bangsa Indonesia sendiri hanya ada 2 pilihan, antara mempertahankan keutuhan NKRI ataukah mempretelinya satu-persatu atas nama suku, agama, ras dan antar golongan. Huallahu’alam…

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

You must be logged in to post a comment.

    About

    Semakin kunikmati malam, semakin lama aku tertidur, mimpiku hanyalah ungkapan tak terpuaskan

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS
    • Subscribe in Rojo

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...