Dzreeep !!!
Dzreeep !!!
Sesuatu melanggar dada, tepat di bilik kanan jantungku. Dalam remang petang, di bawah payung pinus yang menjulang, terasa ada darah. Hangat, harum!.
Aku pun rebah, jatuh terlentang. Tanpa rasa sakit, namun tak berdaya, bahkan kepayang. Oh Tuhan, benda apakah yang mengenaiku ini ???
Dari arah bukit, terdengar langkah menggema. Dia, perempuan muncul dengan menyibakkan gelap. Anggun! Mengenakan baju putih panjang, berombak ke belakang, dan berkerudung rapih. Di tangannya tergenggam senapan. Itukah???
Sesampainya di samping bujur tubuhku, dia berlutut. Lalu wajahnya yang jelita merunduk, penuh semerbak wangi bayi. Diciumnya bibirku, begitu lekas seperti embun yang tak sengaja jatuh. Kebahagiaan selintas.
Digenggamnya telapak tanganku. Tanpa suara. Aku pun mendadak seperti gagu. Dia berdiri, berjalan sambil menarik tanganku. Tubuhku terseret, mengikuti langkahnya. Sepertinya begitu ringan, melewati semak perdu, duri dan akar pohonan, namun tanpa rasa pedih. Kemana aku dibawanya???
Kucoba mengingat kembali perasaan yang mengganggu. Apakah aku sang pemburu itu??? Kucoba lagi mengingat sesuatu yang terdengar sejak awal.
Dzreeep !!!


