About

“Tau banyak dari yang sedikit, dan tau sedikit dari yang banyak…”

Inilah moto ideal bagi seorang jurnalis, yang artinya seorang jurnalis dituntut untuk menjadi spesialis sekaligus generalis. Spesialis dalam bidang ilmu tertentu sekaligus menguasai bidang ilmu lainnya walaupun hanya sedikit (minimal dasar-dasarnya).

Semua orang pasti mengenal nama Kaisar Hirohito (…siapa bilang dia jurnalis… hehehe…) Dia adalah pemimpin Jepang pada saat Perang Dunia ke II, yang pernah mengambil keputusan “kontroversial” dengan menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Siapa sangka keputusan bijaknya itu telah menciptakan suatu perubahan besar bagi bangsa Jepang. Dan siapa sangka pula bahwa sang Kaisar yang ahli dalam ketatanegaraan itu ternyata juga seorang ilmuwan Biologi Kelautan dan pernah aktif menjadi peneliti di masa mudanya. Yang artinya selain spesialis di bidang Biologi, sang Kaisar juga menguasai bidang lain sebagai seorang pemimpin negara yang hebat.

Emang sih aku ga se-tenar Kaisar Hirohito, tapi setidaknya nasibku hampir sama dengan beliau. Kata orang, aku ini hanyalah seorang ilmuwan Biologi yang “terdampar” di dunia jurnalistik. Namun demikian, aku ga pernah menganggap hidupku ini bener-bener terdampar di dunia kewartawanan. Kalo orang bijak mengatakan bahwa hidup itu pilihan, maka dengan tegas aku juga mengatakan kalo menjadi seorang “VJ” adalah pilihan hidupku. Sebuah profesi yang dimandatkan langsung oleh Tuhan dan akan selalu kujalani dengan sebaik-baiknya.

VJ..??? Apaan tuh..? Video Jokey? – Enak aja…lu kira gua kerja di MTV…? Dalam bahasa Broadcast, VJ diartikan sebagai Video Journalist. Normalnya, tim liputan itu selalu 2 orang, yaitu Reporter dan Cameraman. Namun saking hebatnya aku bisa menjalankan 2 pekerjaan itu sekaligus, Reporter iya Cameraman iya. Karena itu profesiku ini diistilahkan sebagai VJ. Padahal seandainya diijinkan, aku ini bisa juga diandalkan sebagai Video Editor, karena sebelumnya emang pernah bekerja di post production. Nah loe…betapa langkanya orang sepertiku ini di Indonesia, mampu mengerjakan 3 pekerjaan sekaligus dengan gaji seorang. Seandainya wakil-wakil rakyat di DPR bisa sepertiku, pasti jumlahnya bisa direduksi hingga 75% dari jumlah sekarang, dan yang pasti anggaran negara bisa dihemat hingga trilyunan rupiah (bayangin aja, seorang wakil rakyat bisa merangkap 3-5 komisi sekaligus, hehehe….mimpi kali yeee…).

Aku setuju jika para ilmuwan Biologi di seluruh dunia menyebut aksi seperti ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap profesi. Seorang Biologist yang seharusnya lebih sering mangkal di Laboratorium dengan mengenakan jas lab putih dan mikroskop, ternyata malah lebih senang menenteng kamera sebagai senjata liputan dari satu tempat ke tempat lainnya. Membongkar berbagai kasus kriminal, persoalan politik, ekonomi, agama, sosial dsb. Namun yang jelas, diriku ini tetaplah seorang Biologi, bukan ahli kriminal, ekonomi, agama apalagi politikus.

Bagiku, ga ada persoalan sulit di dunia ini selama kita masih punya yang namanya antusiasme. Sebab, kata Dr. Harvey Cushing,

“…antusiasme adalah roda gila yang menggerakkan gergaji menembus bagian yang paling keras dari batang kayu…”

So, apapun profesimu, jalanilah dengan penuh antusias….!!!!

VIVAT…!!!

Make a Comment: ( None so far )

You must be logged in to post a comment.

    About

    Semakin kunikmati malam, semakin lama aku tertidur, mimpiku hanyalah ungkapan tak terpuaskan

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • The latest comments to all posts in RSS
    • Subscribe in Rojo

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...